Kesalahan terbesar adalah tidak menuliskannya

Saya baru sadar betapa pentingnya untuk menuliskan sesuatu. Menuliskan apa saja. Baik itu ide atau gagasan, hal yang tiba-tiba muncul di pikiran, inspirasi, dan lain sebagainya. Tidak peduli penting atau kurang begitu penting. Karena seperti kita ketahui bahwa hal hal tersebut bisa muncul kapan saja, dan jarang akan kita dapatkan kembali pada momen lain. Berdasarkan berbagai kejadian yang telah saya alami, biasanya muncul pada saat itu saja. Hal yang harus dilakukan ya menuliskannya, dimana saja. Baik itu di smartphone, di buku, di kertas, atau bahkan di blog.

Sebut saja ide misalnya, sering kali muncul secara tiba-tiba, tidak peduli kita sedang melakukan apa dan sedang dimana, bahkan ketika sedang buang hajat (istilah kerennya poop). Langkah yang paling tepat adalah dengan segera menuliskannya. Nah, hal tersebut juga terjadi ketika saya sedang mencari custom css untuk fungsi responsive embed video dari Youtube. Ketika saya menemukan kode css yang bisa bekerja, saya terlalu senang dan gembira karena itu berhasil. Tapi parahnya, saya lupa menuliskan kode dan url sumbernya.

Akibat baru terasa ketika saya menuliskan tulisan ini. Karena dulu saya tidak menuliskan kode css tersebut. Dan itu merupakan kesalahan terbesar menurut saya pribadi. Sehingga apa? Saya kocar-kacir mencari lagi kode css tersebut di halaman pencarian Google. Tentu tidak ada kerugian secara materi/uang, namun kerugian waktu. Karena mencari kode yang kayaknya ditemukan beberapa bulan lalu itu cukup menyita waktu dan juga pikiran.

Oh iya. Sayangnya ketika saya ganti themes yang baru, yakni themes yang saya gunakan saat ini, kode css untuk membuat responsive video Youtube tersebut tidak bekerja dengan baik. Entah kenapa. Nampaknya saya harus menghubungi developer themes-nya nih. Sungguh disesalkan juga, padahal ini themes premium dan responsive (layout) tapi ketika embed video dari Youtube atau Vimeo, videonya tidak ikut responsive dan juga ukuran width-nya melebar dari container content.

Ada cara lain yaitu dengan metode custom css juga, namun menurut saya cara yang satu ini agak repot, karena ketika kita mau embed video, kita harus secara manual membuat tag div. Yes, inject manual tag div saja sih, kodenya juga tidak telalu panjang, tapi kan tetap ini repot hehe.