Beberapa kriteria saya untuk membeli sesuatu

Kriteria saya ketika hendak memutuskan untuk membeli sesuatu, apapun itu, terutama membeli barang di online, ada beberapa kriteria tertentu sebelum saya berani membayarnya melalui transfer bank. Nah, seperti pada petang tadi, ketika saya sedang memerlukan VCC (Virtual Credit Card, semacam kartu kredit namun dalam bentuk virtual) untuk keperluan verifikasi akun Paypal karena saya belum mempunyai kartu kredit sungguhan. Alhasil saya mondar-mandir mencari penjual kartu kredit virtual di berbagai tempat (online).

Dari banyaknya website/lapak penjual VCC yang saya temukan, saya hubungi satu-persatu penjual atau customer service-nya melalui Yahoo! Messenger. Kenapa via YM aja? Kan bisa via sms atau BBM? Ya ini adalah cara saya compare suatu layanan CS. Dengan cepatnya pelayanan melalui YM, maka kemungkinan besar si CS tersebut sudah stand by di komputernya. Bukan online dari smartphone saja (walaupun memang YM sudah tersedia di smartphone).

Namun sayangnya, kebanyakan dari mereka layanannya payah semua, padahal saya kontak mereka pas jam kerja produktif, harusnya mereka stand by dong, eh ini mah ada yang YM-nya tidak aktif ketika saya hubungi, ada juga yang bisa dihubungi namun lama banget balesnya. Sumpah deh, siapa sih yang mau nunggu? Apalagi ketika hendak membeli sesuatu yang urgent. Walaupun hal tersebut sangat amat dibutuhkan namun apabila layanan buruk, ya ditinggalin lah. Toh masih banyak yang lain.

Dari aktivitas mondar-mandir (cari di Google, cari di forum, tanya ke temen facebook, dll) mencari kartu kredit virtual tersebut, akhirnya saya dapatkan satu penjual yang lumayan keren pelayanannya, cepet balesnya. Walaupun harganya lumayan tinggi dibandingkan dengan yang lain, tapi it’s ok lah kalo pelayanannya bagus mah, pikir saya. Dan berikut beberapa kriteria saya ketika saya hendak membeli sesuatu:

Customer service

Nah, faktor ini sangat amat penting menurut saya, mengapa? Karena mengingat customer service adalah ujung tombak suatu perusahaan. Ada atau tidaknya penjualan/sales itu tentu tergantung customer service. Nah, coba bayangkan, apa jadinya apabila pelayanan dari CS ini (mohon maaf) buruk dan lambat sekali responnya, siapa yang mau beli? Nah, kejadian CS yang kurang responsif terhadap kebutuhan pembeli yang menginginkan respon sangat cepat menurut saya harus diperhatikan dengan baik.

Dan biarkanlah saya sotoy dan sok tahu, namun mungkin ada benarnya bahwa jangan asal rekrut karyawan untuk ditempatkan menjadi customer service, mengapa? Karena ya itu dia seperti yang saya bilang, CS merupakan ujung tombak dari sales/penjualan. Dan kalaupun sudah merekrut karyawan, langkah selanjutnya training karyawan tersebut dan berikan pemahaman tentang pola bisnisnya serta visi misi perusahaan. Dan yang terakhir kasih target. Sepertinya begitu berdasarkan perspektif yang saya lihat. Yes, silahkan sorakin saya dengan perkataan “sok tahu”, dengan senang hati saya akan terima.

Harga

Tentu saja sebagai manusia, katakanlah begitu, saya juga ketika berbelanja pasti akan memperhitungkan masalah harga suatu barang atau jasa yang akan dibeli. Namun begitu, sifat arrogant saya terkadang muncul, faktor kualitas lebih saya kedepankan dan acuh tidak memperdulikan mengenai harga. Walaupun budget seret dan pas-pasan. Namun begitulah Tuhan menciptakan karakter dan sifat saya. Saya tidak mudah luluh dan tergiur oleh barang atau jasa yang murah. Saya lebih memilih barang second namun kualitasnya (prove) bagus daripada barang baru tapi harganya gak wajar (murah bingiiiiit).

Reputasi

Seperti yang saya lakukan tadi petang (21 Januari 2015), waktu lumayan tersita hanya sekedar untuk menentukan reputasi dari masing-masing penjual VCC. Dan benar saja, sesaat sebelum saya transfer pembayaran, saya beruntung atas spending waktu untuk melihat reputasi tersebut terbayarkan karena saya terlebih dahulu membaca dari pengalaman dan review teman-teman yang share di forum, bahwa penjual VCC tersebut layanannya buruk, lama balesnya, sering mengirimkan produk yang salah, pokoknya ngga banget lah.

Cara saya lainnya untuk menentukan reputasi dari penjual adalah dengan melihat apakah penjual tersebut memasang iklan atau tidak, baik itu iklan di Google Adwords, Facebook Ads, dll. Mengapa? Karena dengan adanya iklan tersebut, itu bisa kita jadikan bahan penilaian atau patokan bahwa penjual tersebut satu tingkat berada di atas penjual lainnya yang tanpa menggunakan iklan, dan tentu hal tersebut akan memunculkan rasa kepercayaan tersendiri kepada penjual itu. Ya sebut saja istilahnya dia niat dan serius banget jualan karena sudah bela-belain pasang iklan yang berbayar (dan tarif iklannya pun lumayan).

Apa lagi ya?