Install module ionCube loader di Ubuntu

Berdasarkan beberapa referensi yang saya baca, ionCube adalah Zend extension untuk mendukung file PHP (correct me if I wrong).

cd cd /usr/local
sudo wget http://downloads2.ioncube.com/loader_downloads/ioncube_loaders_lin_x86-64.tar.gz
sudo tar -xzf ioncube_loaders_lin_x86-64.tar.gz

Jika server berjalan dalam 32 bit, maka filenya juga berbeda, gunakan yang ini:

http://downloads2.ioncube.com/loader_downloads/ioncube_loaders_lin_x86.tar.gz

Lalu, pastikan extension sudah di load oleh PHP:

echo "zend_extension=/usr/local/ioncube/ioncube_loader_lin_5.3.so" | sudo tee /etc/php5/conf.d/ioncube.ini

Lalu, langkah selanjutnya adalah restart apache:

sudo /etc/init.d/apache2 restart

Sampai pada langkah tersebut, maka selesai. Tapi, jangan buru-buru pulang dulu, alangkah baiknya copy file yang berada di /usr/local/ioncube/loader-wizard.php ke directory public dan akses via web browser, nanti akan ada beberapa tes, isi dan jalankan. Jika tidak ada pemberitahuan error, maka selesai deh.

Mengatasi file virtualhost yang hilang

This is actually not the end of the world (biasanya Matt Cutts suka bilang gitu), tapi tetap saja was-was dengan hilangnya file konfigurasi domain.tld.conf virtualhost apache di server (Ubuntu 14.10) yang biasanya terletak di folder /etc/apache2/sites-available/ belum diketahui penyebabnya. Raip begitu saja. Padahal domain yang sudah dikonfigurasi lumayan banyak (untuk ukuran saya). Tapi ini gak ada efek apa-apa sih sama Server, saya hanya penasaran aja kenapa file-file tersebut bisa hilang.

Awalnya, panik luar biasa. Mengingat disitu ada website utama yang sangat penting untuk keberlangsungan perusahaan. Banyak juga website pendukung di Droplet tersebut. Tanya kemana-mana, mulai dari temen Facebook, ngoceh di Twitter, tanya ke Community, sampai submit ticket support.

Karena bosan menunggu balasan yang tak kunjung datang, gatel juga sih, terus aja browsing, siapa tahu ada yang mengalami masalah serupa. Dan.. Oke, sampai sini sudah bosan tingkat lanjut. Jawaban belum dapat juga. Tapi justru masalah lain timbul, bahkan lebih parah lagi masalahnya.

Ketika saya hendak menambahkan domain baru dengan metode yang sama yaitu dengan menambahkan file konfigurasi virtualhost untuk domain yang baru ditambahkan. Detailnya gini..

sudo mkdir -p /var/www/domain.tld/public_html
sudo chown -R $USER:$USER /var/www/domain.tld/public_html
sudo chmod -R 755 /var/www
nano /var/www/domain.tld/public_html/index.html

Nah, sampai sini masih lancar nih. Lanjut ke tahap selanjutnya..

sudo cp /etc/apache2/sites-available/000-default.conf /etc/apache2/sites-available/domain.tld.conf

Disini masalah muncul, no such file or directory, yaiyalah kan file domain.tld.conf nya juga kan gak ada, hilang tanpa sebab, munculnya error tersebut masih logis dan masuk akal sih. Sempat berpikir ke arah situ. Lalu, dengan inisiatif, saya coba buat file konfigurasi baru aja. Dan ternyata setelah diisi dengan konfigurasi default, masih tetap error, namun error-nya beda, sekarang muncul domain-lain.tld.conf doesn’t exist.

Ternyata bikin file konfigurasi baru saja tidak cukup, jadi harus membuat juga file konfigurasi untuk semua domain. Ya mau tidak mau, bikin lagi deh semua file konfigurasi virtualhost-nya untuk SEMUA domain. Hehehe (seuri haseum). Dan ternyata itulah jalan keluarnya, yaitu bikin lagi semua file konfigurasi virtualhost untuk semua domain. Setelah itu upload semua file tersebut ke /etc/apache2/sites-available/ dan restart kembali apache-nya dengan perintah sudo service apache2 restart.

Done, have a nice day!

The next is now: Samsung Galaxy Note Edge dengan fitur masa depan

Samsung adalah salah satu produsen atau developer peralatan elektronik kelas dunia terutama smartphonenya. Selama ini produk-produknya selalu berhasil laris manis di pasaran. Walaupun demikian, desain dari juga tipikal smartphone Samsung memang mainstream, akan tetapi sepertinya anggapan tersebut dipatahkan dengan munculnya Samsung Galaxy Note Edge. Desain yang tipis dan simple namun elegan langsung memukau mata saya begitu pertama kali melihat ponsel ini. Layar yang agak melengkung langsung menarik perhatian itu menurut saya sangat unik dan bisa menjadi sebuah fitur yang membuat smartphone ini beda dengan yang lain.

Desain anti-mainstream: tampil beda, unik dan siap-siap menjadi pusat perhatian

Samsung memang selalu mencetuskan fitur yang futuristik di setiap smartphonenya. Juga dengan spesifikasi. Satu hal lagi yang bisa menjadi kelebihan smartphone besutan Samsung adalah dari segi desain. Karena desain yang keren saja tidak cukup, maka Samsung selalu menambahkan sisi unik pada desain, terutama pada Galaxy Note Edge yang mencerminkan ponsel yang didesain untuk masa depan. Untuk anak muda seperti saya, tentunya ini menjadi salah satu inovasi menarik dari Samsung. Hadirnya inovasi pada sisi desain ini menjadikannya jauh dari kata monoton. Samsung dengan cerdik juga memberikan desain layar yang melengkung. Bisa dibilang memiliki smartphone dengan desain melengkung seperti itu akan membuat si pengguna lebih terlihat keren dan tentu saja menjadi pusat perhatian karena desainnya yang unik.

Layar yang melengkung ini bisa digunakan sebagai penggaris yang akurat (which is fitur yang sangat unik banget). Termasuk juga untuk menampilkan info dan notifikasi dari berbagai apps. Sehingga desain elegan dan futuristik yang dibuat ini bukan hanya tanpa alasan atau cuma ingin beda dari yang lain saja, tetapi juga ada gunanya juga. Ini menambah nilai plus Samsung Galaxy Note Edge di mata saya. Karena tidak banyak smartphone yang dirancang dengan apik seperti ini. Sebagai tambahan smartphone Galaxy Note Edge juga memiliki layar super arnoled dengan resolusi 2K 1600 x 2560 pixels dan ukuran 5.6 inch. Spesifikasi layar yang mumpuni itu pastinya akan membuat kita puas menonton video atau bermain game berat sekalipun.

Untuk orang yang senang bermain media sosial dan tahan menggunakan ponsel dalam waktu yang lama (seperti saya), layar ini menjadi salah satu nilai plus. Bagaimana tidak, saya bisa puas berlama-lama menonton video, scroll timelime twitter, apalagi timeline-nya @samsung_id karena sering bagi-bagi kejutan hehe. Gambar yang ditampilkan terlihat jernih sehingga mata tidak akan merasa lelah. Selain itu, tipe orang seperti saya dengan intensitas penggunaan smartphone yang cukup intens tidak perlu mengkhawatirkan lagi akan baterai, karena kapasitasnya sendiri sudah cukup. So, bisa saya katakan bahwa Galaxy Note Edge ini layak untuk dijadikan gadget yang dapat menemani kegiatan sehari-hari dengan segala fitur kerennya. Because the next is now.

Display kokoh dengan adanya perlindungan dari Corning Gorilla Glass

Kecelakaan tidak dapat diprediksi namun bisa dicegah. Nah, dengan adanya perlindungan dari Corning Gorilla Glass, tipe orang yang ceroboh seperti saya dapat lebih bernapas lega dan mengurangi rasa khawatir pada kejadian yang tak terduga seperti jatuhnya smartphone yang dapat berakibat kerusakan yang fatal terutama pada display jika tanpa adanya perlindungan Gorilla Glass. Dengan adanya Gorilla Glass ini juga membuat Galaxy Note Edge semakin menjadi daya tarik tersendiri bagi saya.

Bukan hanya sebagai perlindungan saja, Gorilla Glass juga mampu menampilkan layar yang berkualitas dan cukup tajam. Sensitifitas sentuhannya juga bisa dikatakan baik sehingga akan sangat menguntungkan pengguna. Di sisi lain, Gorilla Glass menjadi salah satu keuntungan bagi saya yang menggunakan smartphone ini. Sebagai salah satu manusia dengan sifat ceroboh, bukan tidak mungkin kalau suatu saat nanti secara tidak sengaja ponsel ini terjatuh tentu akan sangat rugi jika smartphone ini layarnya langsung rusak. Dan dengan adanya perlindungan dari Gorilla Glass setidaknya tidak terlalu mengkhawatirkan akan hal tersebut.

Hardware yang solid dan baterai yang cukup: more productive & more entertainment

Banyak vendor berusaha meningkatkan spesifikasi smartphonenya akan tetapi bisa dibilang Samsung adalah salah satu contoh yang berhasil membuat salah satu smartphone dengan spesifikasi yang terbaik. Hal ini bisa dilihat dari spesifikasi Samsung Galaxy Note Edge yang telah dilengkapi dengan 2 varian Chipset yaitu Qualcomm Snapdragon dan Exynos 5433. Menurut saya hal ini benar benar keren untuk sebuah smartphone. Karena selain meningkatkan performa smartphone, dengan spesifikasi seperti itu tentu jarang bahkan mungkin tidak pernah lagi masalah seperti hang atau lag yang biasa terjadi pada smartphone dengan spek yang pas-pasan. Mau buka banyak aplikasi, mau main game bahkan edit-edit file kerjaan bukan masalah berarti.

Jujur saja, saya sudah malas menggunakan smartphone yang lemot dan memiliki kerja lambat. Untungnya, hal tersebut tentunya tidak terjadi lagi di smartphone ini (If I had that device). Samsung Galaxy Note Edge bekerja dengan sangat baik (berdasarkan review). Hal ini karena GPU Mali-T760 yang kemudian dipadukan dengan RAM berukuran 3 GB. RAM berukuran besar tersebut yang menjadi salah satu alasan mengapa smartphone ini bisa bekerja dengan lembut dan tidak mengalami lag sama sekali. Eits, tapi itu belum selesai karena Samsung Galaxy Note Edge ini telah menggunakan sistem Android KitKat 4.4.4 (masih bisa di upgrade ke Android Lollipop) yang kemudian ditambah dengan UI Samsung Touchwiz.

Saya adalah tipe orang yang senang menyimpan banyak data di ponsel. Mulai dari gambar, foto, video, lagu-lagu sampai file kerjaan. Begitu juga dengan berbagai macam aplikasi dari Goggle Play. Karena itu saya selalu mendambakan smartphone dengan kapasitas memori yang besar. Dengan begitu saya tidak akan kebingungan lagi untuk menyimpan banyak data. Dan Samsung Galaxy Note Edge sepertinya dapat menjadi pilihan yang tepat karena telah menyediakan kapasitas memori internal yang sangat besar yaitu 32 GB. Dengan memori internal sebesar itu saya bisa menyimpan banyak sekali aplikasi game dan juga hiburan lainnya. Apalagi bisa dibilang saya hardcore gamers yang suka mengoleksi banyak game dan kebetulan memang ada banyak game dengan kualitas AAA di Android yang biasanya memakan kapasitas besar.

Kembali lagi ke kebiasaan saya yang senang berlama-lama menggunakan smartphone, maka sudah pasti saya akan selalu mencari ponsel dengan baterai yang tahan lama. Untuk kasus ini, kapasitas baterai yang dimiliki oleh Samsung Galaxy Note Edge tergolong cukup untuk ukuran smartphone. Dengan ukuran 3000 mAh, tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar namun saya sakira sudah dapat menemani aktvitias keseharian. Apalagi jika mengingat teknologi power saving yang telah dimiliki oleh setiap smartphone yang dikeluarkan Samsung. Sehingga mampu menghemat pemakaian baterai secara optimal. Ah, kerja mending pake ini aja, karena bisa dimana aja dan tentu saja sudah bisa multi-tasking!

Fitur-fitur unik: bersiap menjadi pusat perhatian (lagi)

Salah satu ciri khas Samsung dibandingkan vendor lain adalah adanya fitur Stylus Pen. Stylus Pen seperti sudah menjadi ciri khas dari setiap seri Note yang dikeluarkan oleh Samsung. Tentunya penampilan dari smartphone ini menjadi semakin elegan dan menarik dengan adanya Stylus Pen. Tetapi, Stylus Pen ini hanya satu dari beberapa fitur lain yang juga turut dihadirkan oleh Samsung dalam Galaxy Note Edge. Ada lagi beberapa fitur yang turut menarik perhatian saya. Seperti sensor UV, heart rate, air gestures, dan fingerprint sensor. Untuk yang terakhir saya sebutkan, yaitu fingerprint sensor, adalah fitur yang menarik bagi saya. More secure.

Fingerprint sensor menjadi menarik bagi saya karena masih jarang ditemukan di smartphone yang beredar di Indonesia. Tetapi Samsung sudah menambahkan fitur ini ke dalam beberapa produknya. Menurut saya, ini merupakan salah satu inovasi canggih dan menarik. Walaupun sebenarnya teknologi ini sudah cukup lama ditemukan. Selain itu, konekvitas internetnya yang benar-benar advanced dimana kita bisa browsing dengan menghubungkan ke WIFI ataupun internet provider mendapatkan koneksi yang kencang dengan 4G (walaupun baru tersedia di beberapa kota besar saja). Hal ini membuat saya benar-benar jatuh cinta dengan smartphone ini karena harus saya akui saya adalah netizen yang cukup sering melakukan browsing internet sehari-harinya.

Kamera: jangan lewatkan setiap momen, abadikan dan share

Sudah bukan rahasia lagi anak muda zaman sekarang senang sekali untuk mengambil gambar atau mengabadikan momen kemudian mempostingnya ke media sosial. Sehingga tentu saja saya perlu ponsel dengan spesifikasi kamera yang bagus. Dengan begitu hasil gambar yang didapatkan bisa terlihat bagus dan tidak perlu diberikan filter lagi. Tentunya gambar yang diposting tanpa diedit terlebih dahulu akan lebih menarik. Untungnya, Samsung Galaxy Note Edge sudah lebih dari cukup untuk melakukan ini. Kamera yang dimiliki cukup besar yaitu dengan ketajaman 16 Megapixel. Bagi yang suka zoom-zoom foto cocok banget.

Kamera yang dimiliki juga sudah dilengkapi dengan beberapa fitur. Apa sajakah itu? Ada LED Flash, Autofocus, dan berbagai sensor serta filter lainnya yang dapat berguna untuk mengingkatkan kualitas foto. Fitur-fitur ini bisa sangat membantu dan sangat cocok untuk mengabadikan momen. Sehingga ketika dicetak pun, hasil foto yang dimiliki akan lebih berkualitas. Tidak akan jauh berbeda dengan kualitas foto yang dihasilkan oleh kamera digital. Fitur Autofocus akan membantu untuk menghasilkan foto yang tidak blur. Cocok untuk anak muda kekinian yang loyal bersosial media seperti saya.

Selain itu fitur LED Flash juga cukup membantu saya mengambil gambar ketika berada di tempat yang gelap atau pencahayaannya kurang. Dengan berbagai efek dan filter yang dibenamkan pada aplikasi kamera, hasil foto yang didapatkan relatif lebih bagus dengan pemilihan angle yang tepat tanpa perlu memiliki skill fotografer. Selfie? Bikin vlog? Why not? Kamera depan sudah 3.7 mega pixel tentu akan menghasilkan selfie yang lebih keren lagi. Juga sudah mampu untuk merekam video dengan resolusi [email protected] Saya sih malah khawatir jika mempunyai smartphone ini, takutnya selfie terus.

Harga dan kesimpulan

Dengan harga pada kisaran 10 juta-an tentu Samsung Galaxy Note Edge merupakan salah satu produk premium yang dikeluarkan oleh Samsung. Rasa bangga mungkin akan menyelimuti saya kalau memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan ponsel yang satu ini, mengingat predikat smartphone premium yang disandangnya. Merogoh kocek dalam-dalam untuk sebuah produk premium bisa menjadi sebuah investasi yang dapat meningkatkan mobilitas dan produktivitas dengan segala macam spesifikasi yang diberikan dalam ponsel Samsung Galaxy Note Edge ini.

PS: Artikel ini diikut sertakan dalam lomba yang diadakan oleh Samsung, bukan sepenuhnya hasil dari pemikiran saya. And unfortunately belum terpilih menjadi juara. Hopefully di lomba berikutnya bisa jadi juara yes.

Kelebihan menggunakan produk luar

“Cintai dan belilah produk dalam negeri”

adalah kalimat yang sering saya dengar. Ada bagusnya juga sih, karena dengan menggunakan produk lokal maka kita sudah ikut berkontribusi dalam membangun perekonomian negeri kita tercinta. Bagaimana apabila kualitasnya serta layanannya kurang bagus, tetap harus dibeli juga? Saya yakin tidak semua orang yang ingin membeli produk yang kurang bagus. Mengapa tidak semua orang? Karena terkadang ada beberapa orang yang tidak begitu mempedulikan kualitas, yang dilihat adalah harganya yang murah.

Kalau saya pribadi sih lihat kualitas terlebih dahulu. Bagaimana untuk menentukan kualitas sebuah layanan, produk atau jasa? Ya kita harus membeli atau membeli terlebih dahulu, ingatlah pada penggalan lirik lagu Coldplay, “if you never try, you never know”. Resikonya adalah kalau jelek, maka kita akan rugi dan kalau bagus ya terus aja jadikan langganan. Nah dari kegiatan “coba-coba” tersebut hikmahnya adalah dapat pengalaman. Cara lain juga bisa bertanya pada yang lebih pengalaman dan minta rekomendasi dari beliau.

Kali ini saya ingin cerita sedikit mengenai produk atau layanan digital. Produk lokal dalam bentuk digital tentu makin bertambah seiring waktu, produk lokal juga masih banyak yang bagus. Namun terkadang dalam kegiatan “coba-coba” tersebut saya sering sial karena mencoba produk yang kurang bagus. Hal baiknya adalah, saya jadi tahu mana produk yang tidak boleh dibeli dan mana produk yang layak dibeli untuk ke depannya.

Saya tidak mengajak untuk menggunakan produk/layanan luar, yang lokal juga masih banyak kok yang bagus. Saya hanya ingin share pengalaman saja. Dan berikut merupakan beberapa benefit dari menggunakan produk luar menurut saya:

Tersedia banyak coupon/diskon

Ya, siapa yang tidak suka dengan diskon, pasti semua orang menyukainya, termasuk juga saya dong. Nah, yang asik dari layanan luar negeri adalah selalu tersedia coupon ketika hendak membeli sesuatu. Ambil contoh saja domain, seperti saya beberapa hari kebelakang ketika hendak membeli domain di GoDaddy, selalu ada saja promosi atau potongan harga, bahkan harga domain .com hanya $1.49 saja! Murah bingits. Namun sayangnya, untuk offer tersebut hanya tersedia metode pembayaran dengan kartu kredit atau kartu debit saja.

Nah, tentu berbeda ketika hendak membeli domain di registrar dalam negeri, susah sekali untuk mendapatkan coupon code, karena biasanya kode kupon hanya tersedia pada momen tertentu saja seperti lebaran, akhir tahun, dsb. Kelebihannya hanya terletak pada kemudahan pembayaran saja, yaitu bisa menggunakan transfer bank lokal. Sama satu lagi, customer support menggunakan bahasa Indonesia tentunya, jadi lebih mudah untuk berdiskusi apabila ada trouble.

Layanan lebih baik

Nah, tidak bisa dipungkiri bahwa sejelek-jeleknya layanan luar, masih lebih bagus apabila dibandingkan dengan kualitas layanan serupa dalam negeri. Karena saya punya pengalaman yang kurang enak ketika menggunakan layanan registrar dan hosting lokal (saya tidak mau menyebutkan namanya), yang jelas mengecewakan sekali. Mulai dari tiket support yang lama sekali balasannya sampai ke layanannya yang sering down gak jelas. Namun yang saya heran adalah, layanan tersebut tetap saja banyak pelanggannya.

Bukan hanya produk digital saja, produk fisik juga. Sebagai contoh ketika membeli iPhone dari Apple Store lokal akan berbeda “feel”-nya dengan iPhone yang dibeli langsung dari Apple Store di US. Kenapa coba? Padahal sama-sama iPhone, bentuknya juga sama. Mungkin terselip rasa bangga saja sih karena membeli langsung dari US. Bukan bangga karena ongkos kirimnya yang mahal, walaupun memang sepertinya begitu. Hahaha.

Pengalaman pertama menggunakan PayPal

Saya punya sedikit cerita ketika beberapa hari belakangan ini saya sibuk mengurus akun PayPal. Karena baru pertama kali pakai, saya agak kerepotan. Nah, pertama diawali dari lupa password, karena akun PayPal ini dibuat sudah lumayan lama juga namun baru kali ini dipergunakan. Beberapa hari mencari informasi mengenai cara recovery akun PayPal yang lupa password. Masalah bertambah rumit karena bukan hanya lupa password, namun lupa jawaban pertanyaan keamanan (security answer). Dan entah informasi dari mana (saya agak lupa), bahwa ketika lupa jawaban pertanyaan keamanan itu harus menghubungi pihak PayPal via telepon. Dari situ saya mulai panik, karena mengingat skill bahasa Inggris yang terbatas.

Karena akun PayPal ini sangat saya butuhkan, maka mau tidak mau harus menghubungi pihak PayPal via telepon. Dari mulai cari informasi mengenai tarif bicara menggunakan pulsa lokal sampai mencari tahu nomor telepon PayPal terdekat, setidaknya masih berada di region perwakilan PayPal Asia. Saya menghubungi akun @askPayPal di Twitter dan juga fanspage resmi PayPal di Facebook. Lumayan lama juga balasannya karena sepertinya itu di handle oleh customer service yang berada di Amerika dan baru malam harinya saya mendapatkan nomor telepon PayPal yang ada di Singapore, dan berikut adalah nomor teleponnya +65-6510-4584.

Saya pengguna Telkomsel simPATI, dan tarif bicara ke luar negeri cukup ekonomis yaitu dengan menggunakan paket layanan SLI 01017 dengan tarif Rp. 400 permenit untuk bicara ke Singapore dengan cara dial 010176565104584. Tarif sudah tahu, nomor telepon tujuan juga sudah tahu, pulsa juga masih cukup, hape juga ada (yaiyalah), dan tinggal keberanian saja yang belum ada. Oh my God, disinilah saya sadar betapa pentingnya harus menguasai bahasa Inggris, baik itu menulis maupun berbicara. Lalu pada akhirnya saya memberanikan diri untuk menelepon customer service PayPal yang ada di Singapore dengan skill bahasa Inggris ala kadarnya. Seriously, nervous banget.

Dan akhirnya terhubung juga dengan nomor telepon tujuan, sambutan pertama adalah dari robot/mesin penjawab otomatis yang tentu saja bahasa Inggris yang menyuruh memasukkan pilihan topik permasalahan yang dialami. Perlu diketahui terlebih dahulu jam kerja mereka, yaitu dari hari Senin – Jum’at mulai pukul 08:00 AM sampai 10:00 PM dan hari Sabtu – Minggu mulai pukul 09:00 AM sampai dengan 06:00 PM waktu Singapore. Nah, pada saat itu saya mengalami kendala mengenai akun yang lupa password serta lupa jawaban pertanyaan keamanan.

The funniest moment begin

Sumpah tangan saya gemetaran ketika menghubungi CS itu, ditambah lagi dia itu cewek (dari suaranya sih kayaknya cakep). Bisa dibayangkan dengan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris yang terbatas lantas membicarakan hal teknis mengenai informasi akun PayPal saya. It’s freaking weird. Perlu diketahui bahwa pertama kali yang ditanyakan adalah alamat email, lalu mereka menyuruh saya untuk mengejanya. You know what, how the way Indonesian when spelling his email address in English? Hahahaha.

Selanjutnya saya ditanya mengenai alamat lengkap ketika pertama kali mendaftar PayPal. Sama, alamat lengkap juga harus di eja. Ketika alamat yang di eja tersebut sama dengan data mereka, maka mereka akan mengirimkan email yang berisi link untuk reset password dan untuk membuat password baru dan tentu saja bisa bypass dari pertanyaan keamanan yang jawabannya lupa.

Dan benar saja, ketika percakapan yang luar biasa gugup dan lucu itu berakhir, saya langsung cek email. Yes! Saya bisa langsung ganti password dan akun PayPal pun kembali lagi. Padahal sesungguhnya saya bisa membuat akun PayPal baru tanpa perlu susah payah menghubungi mereka, namun saya malas membuat email baru dan saya ingin agar akun PayPal menggunakan primary email saya. Disamping itu juga saya mendapatkan experience menghubungi customer service berbahasa Inggris, yah itung-itung menguji mental dan juga keberanian diri aja agar nantinya bisa terbiasa dan tidak gugup lagi ketika berbicara bahasa Inggris.

Dan hal itu baru sebatas recovery akun saja. Di hari berikutnya, saya kembali lagi spend waktu untuk mencari VCC (virtual credit card) untuk memverifikasi akun PayPal saya, sehingga dapat digunakan untuk bertransaksi. Hampir seharian saya mencari penjual VCC ini. Saking banyaknya saya bingung. Karena banyaknya penjual pula, saya buat saja beberapa kriteria, pertama dari respon customer service dan yang kedua reputasinya, pilih yang paling bagus. Untuk apa? Pertama saya tidak suka nunggu dan kedua agar meminimalisir penipuan.

Saya hubungi penjual VCC tersebut satu pesatu. Dan benar saja, kebanyakan dari mereka responnya sangat lama bahkan ada yang akun YM-nya tidak online. Saya menyeleksi mereka dan menemukan satu penjual VCC yang paling cepat responnya. Tak lupa saya lihat juga reputasi dari penjual tersebut di forum forum, dan lumayan bagus juga testimoninya, reputasinya juga lumayan. Dan terjadilah pembelian. Singkat cerita, akun saya akhirnya bisa terverifikasi. Oh iya, usahakan ketika mencari penjual VCC itu yang bisa keluar instant 4 digit kode konfirmasi nya ya.

Ok next step adalah membeli saldo/balance sehingga saya bisa membeli produk yang saya butuhkan, dalam hal ini untuk membeli domain di GoDaddy. Untuk hal ini juga, saya spend waktu seharian lebih untuk mencari penjual saldo PayPal, karena untuk hal ini saya lebih berhati-hati, secara sering sekali terjadi penipuan yang berkedok jual-beli saldo PayPal. Demi meminimalisir penipuan, saya bertanya pada teman yang sudah lebih berpengalaman mengenai akun PayPal, saya pikir mereka akan punya rekomendasi penjual Saldo PayPal.

Hal paling penting

Bahwa ketika akun PayPal yang baru dibuat atau akun lama namun baru diverifikasi (seperti kasus yang saya alami), jangan langsung diisi dengan saldo yang besar sekaligus karena itu akan menyebabkan akun PayPal kena limit (pembatasan penggunaan). Ketika akun paypal kena limit, kita tidak bisa refund dana, tidak bisa edit/remove bank account atau mungkin juga tidak bisa membeli sesuatu. Ketika itu saya belum mengetahui akan hal tersebut dan saya langsung saja isi dengan saldo $30. Dalam hati saya menganggap bahwa itu nilai yang masih tergolong biasa saja, tapi apa yang terjadi? Akun saya kena limit.

Namun saya bersyukur atas kejadian tersebut, karena saya jadi tahu. Kata mereka yang sudah lebih berpengalaman mengenai PayPal, akun baru itu tidak boleh diisi melebihi $10, apabila lebih, ya pasti kena limit. Logika saya mungkin ketika kita menerima dana seketika langsung besar, PayPal melihat itu sebagai aktivitas yang kurang normal dan sangat mencurigakan. Maka dari itu aturan mereka itu sangat ketat demi keamanan.

Dan ketika akun PayPal kena limit, maka berdasarkan pengalaman saya kemarin VCC akan di disable oleh mereka. Repotnya lagi kita harus meng-upload ID Card (KTP, SIM, dll) dan juga buku tabungan bank untuk memastikan validasi data. Dan saya kurang tahu persis berapa proses pengecekan data tersebut. Karena saya tidak mau menunggu dan tidak mau ribet, maka saya putuskan untuk menelpon ulang PayPal yang di Singapore. Panggilan telepon yang kedua kalinya ini tidak terlalu gugup, sudah agak cair.

Saya langsung siap-siap ngomong bahasa Inggris, eh ternyata yang terima telepon tersebut orang Indonesia. Saya lega sekali, jadi saya bisa lebih leluasa menceritakan apa yang terjadi pada akun PayPal saya dalam bahasa Indonesia. Kalau tidak salah dengar, namanya adalah Syukri. Saya juga sempat tanya, ada 5 orang perwakilan Indonesia yang bekerja di PayPal Singapore. Syukri juga menjelaskan bahwa ketika kita menghubungi PayPal lewat telepon, maka otomatis harus berbahasa Inggris, namun ketika kita kirim email, maka email tersebut boleh ditulis dalam Bahasa Indonesia.

VCC pun sudah diaktifkan kembali, namun masalah kembali muncul ketika saya hendak check out belanja domain, ternyata ada masalah lagi “The bank that issued your card didn’t approve this transaction”, dan ternyata ketika akun PayPal kena limit, maka VCC tidak bisa digunakan lagi. Saya sempat bertanya kepada penjual VCC tersebut, namun katanya harus beli lagi VCC yang baru. Yah, mau tidak mau harus membeli lagi VCC yang baru. Menyebalkan memang, namun harus gimana lagi.

Pembelian VCC untuk kedua kalinya ini tidak akan terjadi apabila akun saya tidak kena limit. So, saran saya apabila akun masih baru atau akun lama namun baru diverifikasi, jangan langsung diisi saldo yang besar. Sekian cerita dan pengalaman saya ketika pertama kali menggunakan akun Paypal untuk bertransaksi. Apabila ada yang hendak ditanyakan, feel free to leave comment below dan mari diskusikan. Semoga bisa bermanfaat.

Beberapa kriteria saya untuk membeli sesuatu

Kriteria saya ketika hendak memutuskan untuk membeli sesuatu, apapun itu, terutama membeli barang di online, ada beberapa kriteria tertentu sebelum saya berani membayarnya melalui transfer bank. Nah, seperti pada petang tadi, ketika saya sedang memerlukan VCC (Virtual Credit Card, semacam kartu kredit namun dalam bentuk virtual) untuk keperluan verifikasi akun Paypal karena saya belum mempunyai kartu kredit sungguhan. Alhasil saya mondar-mandir mencari penjual kartu kredit virtual di berbagai tempat (online).

Dari banyaknya website/lapak penjual VCC yang saya temukan, saya hubungi satu-persatu penjual atau customer service-nya melalui Yahoo! Messenger. Kenapa via YM aja? Kan bisa via sms atau BBM? Ya ini adalah cara saya compare suatu layanan CS. Dengan cepatnya pelayanan melalui YM, maka kemungkinan besar si CS tersebut sudah stand by di komputernya. Bukan online dari smartphone saja (walaupun memang YM sudah tersedia di smartphone).

Namun sayangnya, kebanyakan dari mereka layanannya payah semua, padahal saya kontak mereka pas jam kerja produktif, harusnya mereka stand by dong, eh ini mah ada yang YM-nya tidak aktif ketika saya hubungi, ada juga yang bisa dihubungi namun lama banget balesnya. Sumpah deh, siapa sih yang mau nunggu? Apalagi ketika hendak membeli sesuatu yang urgent. Walaupun hal tersebut sangat amat dibutuhkan namun apabila layanan buruk, ya ditinggalin lah. Toh masih banyak yang lain.

Dari aktivitas mondar-mandir (cari di Google, cari di forum, tanya ke temen facebook, dll) mencari kartu kredit virtual tersebut, akhirnya saya dapatkan satu penjual yang lumayan keren pelayanannya, cepet balesnya. Walaupun harganya lumayan tinggi dibandingkan dengan yang lain, tapi it’s ok lah kalo pelayanannya bagus mah, pikir saya. Dan berikut beberapa kriteria saya ketika saya hendak membeli sesuatu:

Customer service

Nah, faktor ini sangat amat penting menurut saya, mengapa? Karena mengingat customer service adalah ujung tombak suatu perusahaan. Ada atau tidaknya penjualan/sales itu tentu tergantung customer service. Nah, coba bayangkan, apa jadinya apabila pelayanan dari CS ini (mohon maaf) buruk dan lambat sekali responnya, siapa yang mau beli? Nah, kejadian CS yang kurang responsif terhadap kebutuhan pembeli yang menginginkan respon sangat cepat menurut saya harus diperhatikan dengan baik.

Dan biarkanlah saya sotoy dan sok tahu, namun mungkin ada benarnya bahwa jangan asal rekrut karyawan untuk ditempatkan menjadi customer service, mengapa? Karena ya itu dia seperti yang saya bilang, CS merupakan ujung tombak dari sales/penjualan. Dan kalaupun sudah merekrut karyawan, langkah selanjutnya training karyawan tersebut dan berikan pemahaman tentang pola bisnisnya serta visi misi perusahaan. Dan yang terakhir kasih target. Sepertinya begitu berdasarkan perspektif yang saya lihat. Yes, silahkan sorakin saya dengan perkataan “sok tahu”, dengan senang hati saya akan terima.

Harga

Tentu saja sebagai manusia, katakanlah begitu, saya juga ketika berbelanja pasti akan memperhitungkan masalah harga suatu barang atau jasa yang akan dibeli. Namun begitu, sifat arrogant saya terkadang muncul, faktor kualitas lebih saya kedepankan dan acuh tidak memperdulikan mengenai harga. Walaupun budget seret dan pas-pasan. Namun begitulah Tuhan menciptakan karakter dan sifat saya. Saya tidak mudah luluh dan tergiur oleh barang atau jasa yang murah. Saya lebih memilih barang second namun kualitasnya (prove) bagus daripada barang baru tapi harganya gak wajar (murah bingiiiiit).

Reputasi

Seperti yang saya lakukan tadi petang (21 Januari 2015), waktu lumayan tersita hanya sekedar untuk menentukan reputasi dari masing-masing penjual VCC. Dan benar saja, sesaat sebelum saya transfer pembayaran, saya beruntung atas spending waktu untuk melihat reputasi tersebut terbayarkan karena saya terlebih dahulu membaca dari pengalaman dan review teman-teman yang share di forum, bahwa penjual VCC tersebut layanannya buruk, lama balesnya, sering mengirimkan produk yang salah, pokoknya ngga banget lah.

Cara saya lainnya untuk menentukan reputasi dari penjual adalah dengan melihat apakah penjual tersebut memasang iklan atau tidak, baik itu iklan di Google Adwords, Facebook Ads, dll. Mengapa? Karena dengan adanya iklan tersebut, itu bisa kita jadikan bahan penilaian atau patokan bahwa penjual tersebut satu tingkat berada di atas penjual lainnya yang tanpa menggunakan iklan, dan tentu hal tersebut akan memunculkan rasa kepercayaan tersendiri kepada penjual itu. Ya sebut saja istilahnya dia niat dan serius banget jualan karena sudah bela-belain pasang iklan yang berbayar (dan tarif iklannya pun lumayan).

Apa lagi ya?

End of support for Windows 7

Tepatnya tanggal 13 Januari 2015 kemarin, Microsoft menghentikan dukungan untuk Windows 7, itu merupakan bagian dari Windows Lifecycle, tidak perlu panik namun juga harus tetap waspada. Perangkat PC yang terinstall Windows masih bisa digunakan namun apabila terjadi sesuatu misalnya terkena virus atau masalah lain mengenai Windows, tanggung sendiri ya.

Namun dengan berakhirnya dukungan Windows 7 ini, itu berarti tidak akan ada lagi fitur baru atau semacam tweak baru. Dan tidak bisa lagi menelpon atau menghubungi pihak Mincrosoft apabila terjadi masalah dengan Windows 7. Saya pribadi tidak terlalu peduli akan hal ini. Karena sudah beberapa bulan terakhir, saya sudah tidak menggunakan Windows lagi.

Baca juga: kelebihan dan kekurangan Ubuntu.

Jadi begini, bukannya saya mengajak untuk menggunakan Ubuntu, namun setidaknya apabila menggunakan Ubuntu tidak perlu was-was memikirkan hal semacam ini, hal semacam Windows 7. Setidaknya itu yang saya rasakan ketika migrasi menggunakan Ubuntu dari Windows. Waktu itu ketika saya memakai Windows, semakin hari semakin malu, karena saya menggunakan Windows yang ilegal, jujur saja.

Saya malu kepada diri saya sendiri, dalam hati seraya berbicara “kenapa sih pakai Windows bajakan? Apa susahnya sih pakai yang legal dan beli yang asli? Gak punya uang? Nabung dong!” kurang lebih begitu. Perasaan tersebut terus menerus menghantui saya, sampai-sampai tidak bisa fokus bekerja. Kenapa? Mau bilang lebay? Boleh silahkan. Saya akan terima.

Namun ingat, please stop menggunakan Windows bajakan. Look at yourself. Mau sampai kapan pakai Windows bajakan terus? Kapan bisa menghargai karya yang telah dibuat susah payah oleh orang lain? Kapan bisa menghargai orang lain? Please stop, Bro.

Memang Windows seperti sudah mendarah daging, karena kebanyakan orang telah menggunakannya sejak pertama kali belajar komputer, hal itu juga terjadi pada saya (dulu). Dan beberapa bulan belakangan saya mulai sadar dan berpikir, “oh, mungkin ini juga bisa menyebabkan terhambatnya rejeki, karena tidak bisa menghargai karya orang lain dan juga memakai yang bukan hak kita”.

So, dengan adanya End of support for Windows 7 ini, saya berharap banyak teman-teman yang nyasar dan mampir untuk membaca tulisan ini dan stop menggunakan produk ilegal. Memang, saya tekankan lagi, untuk berubah itu susah, perlu adanya penyesuaian dan butuh waktu yang cukup lama. Terutama untuk meninggalkan Windows.

Inilah penyebab mengapa kuota internet cepat habis

Pada zaman sekarang ini, koneksi internet sudah menjadi kebutuhan primer, setidaknya bagi saya pribadi. Dan ketika kuota paket internet habis, itu merupakan kejadian yang sangat mengerikan. Terkadang bagi sebagian pengguna smartphone, mereka lebih memilih untuk keluar uang “lebih” untuk membeli paket internet daripada mengalokasikan pulsa untuk telpon atau sms. Jadi ketika kuota internet habis, seakan-akan mereka merasa tidak ada lagi sarana untuk berkomunikasi.

Untuk hanya bertegur sapa saja, pengguna smartphone lebih memilih menggunakan aplikasi chatting seperti BBM atau WhatsApp karena teman-teman mereka lebih banyak menggunakan kedua aplikasi tersebut daripada menggunakan sms yang sudah mereka anggap konvensional dan kuno. Adanya benarnya juga menang, karena jika dihitung-hitung, apabila chatting lewat sms maka biaya akan relatif lebih mahal.

Lebih dari sekedar untuk berkomunikasi, paket internet juga untuk kebutuhan hiburan, seperti streaming video di Youtube, streaming music, bermain game online dan berbagai hal lain yang bersifat hiburan. Dan ketika kuota internet habis, smartphone seolah-olah menjadi regular phone yang fungsinya hanya bisa untuk telepon dan sms saja.

Nah, untuk dapat menyiasati penggunaan kuota internet ini, perlu adanya manajemen kuota serta perencanaan penggunaan. Sebelum membeli paket internet, ada baiknya pahami terlebih dahulu kebutuhan kamu, karena ketika kamu tipe orang yang suka streaming dan malah membeli paket unlimited tentu akan nyesel, karena ketika paket unlimited mencapai batas pemakaian, maka kecepatan akan dibatasi.

Dan berikut merupakan beberapa penyebab kuota internet cepat habis:

Video chatting

Tentu video chatting merupakan hal yang sangat mengasyikkan, terutama bagi pasangan yang LDR. Pilihan untuk melakukan obrolan video menjadi pilihan tepat, biasanya layanan yang paling sering digunakan adalah SkypeFaceTime, atau Google Hangout. Secara logika, aktivitas ini tentu sangat menguras kuota internet. Maka, ketika sedang video chatting, kamu harus ingat waktu sehingga tidak kehilangan banyak kuota.

Game online

Aktivitas game online memang mengasyikan, walaupun saya pribadi jarang sekali main game online, namun saya membenarkan hal tersebut. Memang asyik. Namun terkadang, karena terlalu asyik bermain game online hingga tidak memperhatikan kuota internet dan tak terasa habis dengan cepat. Namun beberapa game tertentu tidak begitu menguras kuota internet, seperti Two Dots atau Words With Friend ngga terlalu memakan kuota internet. Namun walaupun begitu, manajemen kuota itu sangat penting.

Streaming musik atau video

Yaiyalah. Namanya juga streaming, pasti akan menguras kuota internet dengan cepat. Layanan musik streaming memang praktis, jadi kita tidak perlu susah payah mendownload lagu, tinggal kita stream aja. Benefit lain dari streaming adalah akan ramah terhadap ruang penyimpanan memori, namun sayangnya kuota internet akan cepat habis. Hal yang sama juga ketika streaming video seperti Youtube, Vimeo (sudah di block kelesss), dll.

Download (apapun itu)

Menurut saya, inilah yang paling banyak menghabiskan kuota internet. Yes, download. Apa saja, mulai dari download lagu (inget ya guys, download lagu yang legal), download video (please deh, jangan video yang kayak gitu), app smartphone (please use legal apps), dan masih banyak lagi hal asyik lain untuk di download untuk “di nikmati” secara offline. Itu semua dapat menguras habis kuota internet dengan cepat. So, bijaklah dalam hal kegiatan download ini.

Perlukah Ubuntu memakai antivirus?

Ada banyak virus yang tersebar diluar sana, jumlahnya terus bertambah setiap waktu. Sebagian besar dari virus yang ada dibuat untuk mengganggu bahkan merusak sistem operasi Windows. Kendati demikian, sistem operasi lain juga bisa terkena virus, hanya saja kemungkinannya yang lebih kecil. Seperti pada Ubuntu, meskipun masih sangat jarang ada perangkat komputer yang berjalan dengan sistem operasi Linux khususnya Ubuntu yang terkena virus, bahkan saya belum pernah menemukannya.

Kembali ke topik utama, perlukah Ubuntu memakai antivirus? Ubuntu juga tidak terlepas dari ancaman virus, apabila Anda was-was karena ancaman tersebut ya install saja. Namun sejauh ini saya masih aman-aman saja menggunakan Ubuntu sebagai sistem operasi utama tanpa perlu mengkhawatirkan ancaman virus. Lebih tepatnya saya kurang begitu peduli dengan ancaman virus dan terkesan cuek bebek.

Baca juga: Kelebihan dan kekurangan Ubuntu

Namun meskipun sikap saya cuek terhadap ancaman virus di luar sana, bukan berarti Anda juga harus ikutan cuek juga. Hal lain yang membuat saya malas untuk menginstall antivirus adalah ribet. Mungkin ribet ini relatif, karena saya orangnya suka malas ketika harus dengan teratur mengupdate antivirus setiap hari dan harus scan komputer yang terus terang itu membutuhkan waktu lama dan dan sungguh itu merupakan kegiatan yang membosankan.

Anyway, berikut merupakan beberapa antivirus yang tersedia untuk Ubuntu:

  • Comodo anti-virus, dapat di download di sini.
  • BitDefender antivirus, dapat di download di sini.
  • Panda antivirus, dapatkan informasinya di sini.

Install atau tidak antivirus kembali lagi kepada pribadi masing-masing. Karena menurut saya, antivirus di Ubuntu itu “perlu gak perlu” sih. Perlu install ya hanya untuk jaga-jaga saja dan gak perlu karena emang tidak perlu install, mengingat Ubuntu dirancang dengan sistem keamanan yang “lebih” dibandingkan sistem operasi punya tetangga sebelah.

Ada hal lain yang lebih penting dibandingkan antivirus pada sistem Ubuntu, yaitu pastikan untuk mengupdate ketika sudah tersedia update. Karena setiap update pasti ada perbaikan dari berbagai lini, baik itu perbaikan bug, performance, dan juga dari sisi security atau keamanan.

Kelebihan dan kekurangan Ubuntu

Ubuntu merupakan salah satu dari sekian banyak sistem operasi open source. Nah, dari sekian banyaknya sistem operasi yang beredar saat ini, Ubuntu menjadi favorit saya, mengapa? Karena berdasarkan pengalaman saya dalam menggunakan berbagai distro Linux, Ubuntu lah yang paling minimal bugs-nya. Karena selama saya menggunakan Ubuntu jarang sekali mengalami masalah seperti ketika memakai sistem operasi sebelah.

Dengan minimnya bugs tersebut, membuat saya betah dan nyaman menggunakan OS yang satu ini, bahkan sekarang Ubuntu sudah saya jadikan sistem operasi utama/primer. Mengapa? Bisa Anda baca pengalaman saya ketika “sadar” untuk meninggalkan Windows sebagai sistem operasi primer. Dan alhamdulilah, ada beberapa orang pembaca tulisan tersebut yang ikutan sadar juga.

Kelebihan Ubuntu berdasarkan pengalaman saya

1. Open source

Atau dengan kata lain bebas digunakan tanpa perlu mengkhawatirkan lisensi. Yes, jadi tidak perlu main crack-crack-an gak jelas. yang pada akhirnya malah menghabiskan waktu dengan percuma hanya untuk mencari serial number yang fake, crack, cheating license, atau tujuan lain yang serupa.

Dengan memakai Ubuntu sebagai sistem operasi utama agar nantinya terbiasa dengan lingkungan Linux dan command-command yang biasa digunakan di berbagai keperluan, seperti untuk mengelola server sendiri, dll. Karena Ubuntu juga salah satu sistem operasi yang paling sering digunakan untuk web server.

2. Lebih minim terkena virus

Ya, Linux khususnya Ubuntu juga tidak menutup kemungkinan untuk terkena virus. Namun angka atau kemungkinan terkena/terinfeksi virus sangatlah kecil jika dibandingkan dengan Windows yang sangat rentan sekali “demam” akibat gangguan jutaan virus di luar sana. Karena sekarang virus bisa masuk dari berbagai sumber, salah satunya dari internet dan juga flash drive ketika digunakan secara bergantian.

3. Try it atau install inside Windows

Jika baru pertama kali menggunakan Ubuntu, jangan khawatir dan was-was, karena Ubuntu itu keren. Apa yang membuat Ubuntu keren? Jika masih belum familiar dengan Ubuntu bisa memanfaatkan fitur “Try it before you install it” atau Try Ubuntu yang berarti Anda bisa mencobanya terlebih dahulu. Mencoba memakai Ubuntu namun tanpa memerlukan proses install. Keren kan?

Nah, jika sudah mulai mahir, Anda bisa segera install. Masih belum yakin? Tenang, masih ada pilihan yang tanpa risiko, yaitu Anda bisa “install Ubuntu inside Windows“, jadi jika ada suatu hal yang terjadi pada Ubuntu, Anda bisa langsung me-remove-nya via Control Panel di Windows. Anda pun dapat menggunakan Windows seperti semula dan resiko pun bisa diminimalkan.

4. Aplikasi bawaan yang cukup lengkap

Jangan berpikir bahwa Ubuntu atau Linux pada umumnya itu sangat minim sekali aplikasi. Buktinya, pada Ubuntu ada banyak sekali aplikasi yang bisa langsung digunakan, bahkan itu sudah standar office lho. Ya, karena Ubuntu sudah tersedia office bawaan, yaitu LibreOffice. Mengenai lisensinya bagaimana? Don’t worry, it’s free!

Ubuntu fresh install juga sudah terinstall browser keren, yaitu Mozilla Firefox. Dan masih banyak lagi aplikasi lain yang cocok digunakan untuk berbagai pekerjaan. Bahkan untuk hiburan, sudah ada game bawaan yaitu AisleRiot Solitaire. Untuk manage email, sudah ada ThunderBird Mail. Cukup lengkap bukan?

Aplikasi lain untuk tujuan editing layaknya Photoshop seperti Gimp atau pengolah vektor seperti Inkscape. Namun jangan harap untuk menemukan semua fitur yang ada di Photoshop di aplikasi ini, karena tentu saja berbeda.

5. Lupakan masalah driver

Kegiatan menginstall driver terkadang bisa memakan waktu yang cukup lama dan sungguh itu adalah kegiatan yang sangat menjengkelkan. Parahnya lagi jika komputer tidak dilengkapi dengan DVD driver, karena tentu kita harus mencari sendiri driver dari setiap perangkat yang terdapat pada komputer kita, mulai dari VGA, wireless, LAN, Audio, dll.

Lupakan masalah driver ketika install Ubuntu, karena di sinilah kerennya Linux khususnya Ubuntu. Ketika selesai melakukan install, Anda tidak perlu mengkhawatirkan masalah driver yang belum terinstall, karena Ubuntu sudah support pada kebanyakan peripheral komputer yang ada. Dan Anda bisa memanfaatkan waktu untuk hal lain yang lebih bermanfaat ketimbang waktu untuk install driver.

6. Ubuntu Software Center

Lupakan untuk mencari aplikasi secara manual, dengan adanya Ubuntu Software Center install aplikasi menjadi mudah, dan kita tidak perlu lagi mencari aplikasi manual. Cukup dengan memanfaatkan Software Center, dan cari aplikasi apa yang hendak di install. This is smart way.

7. UI yang keren

Sudah bosan dengan UI Windows yang gitu-gitu aja? Ubuntu bisa menjadi alternatif untuk mengatasi rasa bosan tersebut. Tampilan GUI (Graphical user interface) Ubuntu mempunyai ciri khas tersendiri yang memungkinkan penggunanya nyaman dan betah berlama-lama mengoperasikan Ubuntu. Dan menurut saya pribadi, GUI Ubuntu ini lebih soft dan nyaman untuk dipandang. Juga tidak ketinggalan desktop environment-nya yang ciamik.

8. Jalankan aplikasi Windows di Ubuntu

Ya, ini menjadi poin keren selanjutnya dari Ubuntu. Betapa tidak, Anda dapat menjalankan berbagai macam aplikasi Windows pada Ubuntu dengan menggunakan aplikasi Wine. Untuk apa pakai Windows jika aplikasinya bisa dijalankan langsung pada Ubuntu. Namun meskipun begitu, tetap saja aplikasi yang dijalankan memakai Wine tidak akan sesempurna ketika dijalankan pada sistem operasi Windows sungguhan.

9. Boot time dan shutdown time (relatif) lebih cepat

Ketika pertama kali boot, Ubuntu relatif lebih cepat dibandingkan dengan Windows. Hal ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, bahkan pada hardware yang sama persis. Apalagi dengan shutdown time-nya. Cepet banget deh pokoknya.

10. Security

Ubuntu relatif “lebih” dalam hal security atau kemananan. Hal itu terbukti dari sangat minimnya angka infeksi virus dalam Ubuntu. Saya bahkan belum pernah melihat adanya gangguan virus pada perangkat komputer yang terinstall Ubuntu. Walaupun memang virus yang diciptakan untuk Linux itu pasti ada, namun kemungkinannya kecil.

11. Others

Saya kira masih banyak lagi kelebihan lain yang ada dalam Ubuntu yang belum terpaparkan di sini. Ubuntu adalah tempat saya belajar dan mengeksplor banyak hal baru, seperti command line dan terminal. Dan menurut saya itu hal yang menarik untuk terus dipelajari. Dan saya yakin, masih banyak kelebihan yang ada pada Ubuntu.

Kekurangan Ubuntu menurut saya

1. Belum user friendly

Ubuntu akan menjadi sesuatu yang “aneh” bagi early adopter atau pengguna yang benar-benar baru pertama kali menggunakannya. Kurang familiar. Terutama bagi pengguna Windows. Karena UI-nya sangat berbeda jika dibandingkan dengan Windows. Ya, karena hal ini juga sempat saya rasakan ketika baru pertama kali menggunakan Ubuntu. Ya, karena Ubuntu merupakan distro Linux yang pertama kali saya coba.

2. Aplikasi yang tersedia masih sedikit

Ya, aplikasi yang tersedia memang relatif sedikit apabila dibandingkan dengan aplikasi untuk sistem operasi Windows. Namun hal ini relatif dan tergantung dari penggunanya itu sendiri, mengingat kebutuhan dari setiap orang tentu berbeda. Jadi, sebutan sedikit atau tidaknya aplikasi Ubuntu tergantung dari user-nya itu sendiri.

3. Minimnya ketersediaan game

Nah, hal ini juga kalau menurut saya kembali lagi ke usernya. Karena memang Ubuntu tidak dirancang untuk “gaming”. So please deh, kalau mau main game mending pakai Windows saja. Tapi ingat, gunakanlah Windows yang original ya, jangan pakai yang bajakan.

Kayaknya segitu saja kekurangan Ubuntu ya. Secara Ubuntu itu keren banget menurut saya, lebih banyak kelebihannya malah. Demikian paparan mengenai kelebihan serta kekurangan Ubuntu dari perspektif yang saya lihat dan pengalaman pribadi saya dalam menggunakan Ubuntu. Semoga dapat bermanfaat.